PELANTIKAN ORMAWA DI LINGKUNGAN FUAD

Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah resmi melantik organisasi mahasiswa di lingkungan FUAD. Ormawa yang mengikuti pelantikan tersebut di antaranya SEMA FUAD, DEMA FUAD, HMPS (ILHA, KPI, BPI, MD, TP, dan IAT), serta UKM (Tazkisoul, Narasakti, dan Tsiqoh). Kegiatan pelantikan dilaksanakan di Koridor lantai 2 FUAD pada hari Kamis siang (26/01/2023).

Pelantikan ormawa FUAD dihadiri oleh Dekan dan WD, beserta Kaprodi, Sekprodi, dan pembina UKM. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Sam’ani selaku Dekan FUAD memimpin prosesi pengambilan sumpah seluruh ormawa FUAD periode 2023. Kemudian dilanjutkan penyerahan Surat Keputusan Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah oleh tiap-tiap pembina ormawa kepada ketua ormawa selaku perwakilan organisasi.

Bapak Muhandis sebagai WD Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama menyampaikan apresiasinya kepada ormawa FUAD periode 2022 yang telah menjalankan tugas dan program kerja dengan baik dan luar biasa, “terima kasih kepada ormawa-ormawa di lingkungan FUAD periode 2022 yang telah melaksanakan program kerja dengan baik dan untuk teman-teman ormawa periode 2022 semoga dapat menjalankan tugas dengan baik, dan kami berharap program kerjanya bisa bermanfaat untuk mahasiswa FUAD dan masyarakat”.

Dekan FUAD, Dr. H. Sam’ani, M.Ag juga menyampaikan harapannya kepada teman-teman ormawa di lingkungan FUAD, “harapan saya semoga teman-teman dapat berkontribusi dalam bidang akademik maupun non akedemik di FUAD ini dan saya mengarahkan agar program kerja teman-teman khususnya HMPS dapat selaras dengan program studi masing-masing.”

Penulis : Tsalisa Yuliyanti

Editor    : Firda Aulia Izzati

Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi Adakan Seminar Nasional dengan Tema Psikoterapi Sufistik Pasca Pandemi

Pekalongan (27/6) – Pandemi Covid-19 yang hingga kini masih melanda di Indonesia dan dunia turut membawa perubahan dalam banyak hal, salah satunya terkait gangguan mental yang dialami oleh masyarakat. Dengan dasar tersebut, Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN KH. Abdurahman Wahid menyelenggarakan Seminar Nasional dan Call for Paper dengan tema “Psikoterapi Sufistik Pasca Pandemi: Implementasi dan Pengembangannya di Era Society 5.0” pada Selasa (21/06/2022) di Koridor Lt 2, Gedung FUAD UIN KH. Abdurahman Wahid Pekalongan.

Seminar Nasional diisi oleh satu orang keynote speaker yaitu Dr. Wijaya. M.Si., Ph.D (Ketua Umum Konsorsium Tasawuf dan Psikoterapi Indonesia) dan satu narasumber yaitu Dr. Mustamir Pedak, S.Ked. (Pimpinan Klinik Griya Sehat Syafa’at 99 Semarang dan Pengasuh Majelis Dzikir Penyembuhan Tombo Ati Masjid Agung Jawa Tengah). Kegiatan seminar nasional ini dimoderatori oleh Nur Laila, M.Ag. (Ruqyah Aswaja KBRA PC Pekalongan). Acara seminar dan Call for Paper dilaksanakan sebanyak dua sesi. Sesi pertama yaitu seminar nasional yang dimulai pukul 07.30-12.00 WIB, sedangkan sesi kedua yakni presentasi paper dimulai pukul 13.00 WIB.

Pada sesi pertama yaitu Seminar Nasional diawali dengan penampilan tari sufi oleh mahasiswa jurusan Tasawuf dan Psikoterapi. Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, dan perwakilan undangan dari BNN, RPSBM, SD Islam Al-Azhar, MA Hidayatul Atfal, Dinas Kabupaten Pekalongan, serta RS Karomah Holistik. Pada acara inti yakni pemaparan materi oleh narasumber, Dr. Mustamir Pedak menyampaikan, alur terapi tasawuf yang dapat dilakukan pada era sekarang adalah melalui metode terapi yang dipadukan dengan konsep komunikasi sufistik.

Pada sesi kedua yakni presentasi paper, dilaksanakan di ruang ujian 1 dan 2 Gedung FUAD, UIN KH. Abdurahman Wahid. Presentasi paper level nasional ini diikuti oleh 15 peserta yang berasal dari mahasiswa sarjana, magister dan dosen. Menurut Dr. Muhammad Rifa’i Subhi, M.Pd.I., selaku koordinator sesi kedua, paper yang terpilih akan dimasukkan dalam jurnal JOUSIP dan sebagian lainnya dimasukkan dalam bentuk Book Capture.

Pasca dilaksanakannya kegiatan Seminar Nasional, Ketua Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi FUAD, Dr. Miftahul Ula, M.Ag., mengungkapkan harapannya. “Yang pertama, semoga seluruh peserta khususnya mahasiswa dapat memahami konsep psikoterapi sufistik sekaligus dapat menerapkannya. Berikutnya juga peserta dapat mengetahui fungsi psikoterapi sufistik bagi masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan, diadakannya Seminar Nasional juga dalam rangka memberikan informasi peluang kerja bagi mahasiswa jurusan Tasawuf dan Psikoterapi. Dalam acara tersebut juga dirangkai dengan penandatanganan nota kesepakatan antara Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi dengan BNN dan SD Islam Al-Azhar. (Tsalisa)