Gelar “Sinergi Bicara Mahasiswa”, DEMA FUAD Angkat Pembahasan Mengenai Konsentrasi dan Fokus Selama Berpuasa

Pekalongan (27/03/2024) – Dewan Esekutif Mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN K.H. Abdurrahaman Wahid Pekalongan melaksanakan kegiatan Sinergi bicara Mahasiswa dengan mengangkat Tema “KONSENTRASI dan FOKUS : Cara Menjaga Konsentrasi dan Fokus Selama Berpuasa Agar Tetap Produktif dalam Berkarya” . Kegiatan tersebut dilaksanakan di Koridor lantai 2 FUAD UIN GusDur Kampus 2 Kajen dan dihadiri oleh Organisasi kemahasiswaan di lingkungan FUAD.

Pada acara inti, Dema FUAD menghadirkan pemantik yang sangat luar biasa yakni seorang Budayawan Pekalongan, Bapak Ribut Achwandi yang mana kami mendiskusikan isu-isu dengan tema KONSENTRASI dan FOKUS : Cara Menjaga Konsentrasi dan Fokus Selama Berpuasa Agar Tetap Produktif dalam Berkarya.

Di dalam diskusi ini kami membedah strategi dan tips dalam menjaga konsentrasi dan fokus selama menjalankan ibadah puasa agar tetap produktif dalam melakukan aktivitas sehari-hari, terutama dalam berkarya dan belajar.

Diskusi ini melibatkan partisipasi mahasiswa untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, dan ide-ide yang berguna dalam meningkatkan produktivitas mereka selama bulan puasa. Dalam diskusi ini, peserta dapat berdiskusi tentang berbagai metode praktis, seperti manajemen waktu, pola makan yang sehat, olahraga, dan teknik relaksasi untuk membantu menjaga konsentrasi dan fokus mereka selama berpuasa.

Adapun tujuan utama dari kegiatan ini yakni memberikan wawasan dan dukungan kepada mahasiswa agar dapat tetap produktif dan efisien dalam aktivitas mereka meskipun sedang menjalani ibadah puasa.

FUAD GANDENG KEPALA PUSAT PUBLIKASI DAN PENERBITAN, LAKUKAN PENDAMPINGAN JURNAL GOES TO SINTA

Pekalongan (20/3/2024) – Sebagai upaya dalam menghidupkan iklim akademis di lingkungan kampus, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah yang dikoordinasikan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan menginisiasi kegiatan pendampingan Jurnal goes to Sinta. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memberikan pendampingan bagi jurnal-jurnal di lingkungan FUAD UIN Gus Dur dalam melakukan proses submit akreditasi jurnal.

Kegiatan bertajuk Pendapingan Jurnal Goes to Sinta dilaksanakan pada hari Rabu, 20 Maret 2024 pagi bertempat di Ruang Meeting FUAD lantai 2, Kampus Rowolaku, Kajen. Kegiatan tersebut diisi oleh narasumber dari internal universitas yakni Kepala Pusat Publikasi dan Penerbitan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Dr. Achwan Baharudin, M.Hum.

Adapun peserta pendampingan terdiri atas pimpinan serta pengelola jurnal di lungkungan fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah. Di FUAD terdiri atas empat jurnal di antaranya Religia, Aqwal, Iqtida, dan Jouship. Tiga di antaranya yaitu Aqwal, Iqtida, dan Jouship masih melakukan proses untuk dapat mengajukan akreditasi dengan harapan bisa terakreditasi Sinta.

Laporan kegiatan disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Miftahul Ula, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa adanya program ini sebagai tindak lanjut atas usulan-usulan dari teman-teman pengelola jurnal.

“Kegiatan ini diadakan sebagai jawaban atas usulan teman-teman pengelola jurnal dan alhamdulillah dapat kita laksanakan hari ini.” Ujarnya.

Beliau juga menyampaikan harapan atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Harapan saya semoga, dengan adanya kegiatan ini, kita bisa mendapatkan jalan dan titik terang serta dapat segera submit jurnal kita untuk akreditas khususnya jurnal Aqwal, Iqtida, dan Jouship. Selain itu, semoga jurnal-jurnal kita juga segera terakreditasi Sinta.”

Sambutan lain juga disampaikan oleh Dekan FUAD, Prof. Dr. H. Sam’ani, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau memberikan ucapan terima kasih kepada Kapus Publikasi dan Penerbitan.

“terima kasih Pak Kapus (Dr. Achwan Baharudin, M.Hum) sudah menyempatkan waktunya untuk hadir hari ini dan mendampingi teman-teman pengelola jurnal di FUAD. Harapannya, hari ini teman-teman bisa belajar terkait akreditasi jurnal, bahkan mungkin langsung didampingi untuk bisa submit akreditasi jurnal”

Dalam kesempatan tersebut, Dekan FUAD sekaligus membuka kegiatan Pendampingan Jurnal goes to Sinta.

Dilanjutkan, sesi inti diisi oleh narasumber yang dalam hal ini yaitu Kepala Pusat Publikasi dan Penerbitan, Dr. Muhammad Achwan Baharudin, M.Hu.

Dalam sesi inti, narasumber menyampaikan terkait persiapan serta langkah-langkah yang diperlukan dalam proses akreditasi jurnal. Setelah itu, tiap-tiap jurnal sekaligus mendapatkan pendampingan langsung dari narasumber untuk melaksanakan submit jurnal guna keperluan akreditasi.

Admin (T)

DEMA FUAD gelar Buka Bersama dan Talkshow Lintas Iman saat Ramadan

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan memperkuat sikap moderasi beragama di Pekalongan, terkhusus di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) gelar Buka Bersama bulan Ramadan dan Talkshow lintas iman yang bertempat di aula FUAD UIN Gus Dur Pekalongan. (Minggu, 17/03).

Dalam sambutannya, Nico Yuanda Rais, selaku Ketua Umum Dema FUAD menyampaikan bahwa kegiatan Talkshow Lintas Agama adalah kegiatan ke 2 setelah kegiatan Ngabers Mafad (Ngaji Bersama Mahasiswa FUAD) yang mana diselenggarakan oleh Kementerian Sosial dan Agama. Ia juga menuturkan bahwa pentingnya mempelajari moderasi beragama di kalangan mahasiswa sebagai bekal hidup bertoleransi di Indonesia. Ia juga berharap kepada seluruh peserta yang hadir untuk selalu mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Ormawa FUAD, baik itu HMPS maupun UKM.

Dalam acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan, seperti mahasiswa dari berbagai kampus di Pekalongan, dosen dan masyarakat sipil lainnya.

Adapun yang narasumber dalam talkshow yang bertema “Mainstreaming Moderasi Beragama dalam Dinamika Kebangsaan” adalah, yang pertama, Syamsul Bakhri , Ketua Umum Braindilog Sosiologi Indonesia, yang juga termasuk dosen UIN Gusdur Pekalongan. Yang kedua ada Pdt. Dwi Argo Mursito, selaku Ketua Badan Kerja Sama Gereja Kristen (BKSGK) Pekalongan. Narasumber ketiga adalah Kusnaeni, Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Pekalongan.

Syamsul Bakhri menjelaskan bahwa agama dengan beragama itu berbeda. Agama itu bersifat privat, sedangkan beragama itu sifatnya publik; yang mana cara sikap atau tindakan beragama kita dalam kehidupan sehari-hari.

“Belajar agama ya harus ada gurunya, gurunya yang jelas, jangan hanya dari internet saja, apalagi TikTok”. Imbuh Syamsul.

Dalam menjawab salah satu pertanyaan dari mahasiswa tentang sikap moderasi beragama di masyarakat agar tidak ekstrim kanan ataupun kira, Kusnaeni menjelaskan bahwa “Mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam menjawab tantangan moderasi beragama di masyarakat. Bagaimana cara agar (masyarakat) tidak ektrim kiri ataupun kanan, tapi moderat”. Tutur Kurnaeni.

Sejalan dengan Syamsul, Dwi Argo juga mengamini pernyataan dari Syamsul dan bercerita pengalamannya saat masih mahasiswa. “Ketika saya masih mahasiswa, saya pernah mengikuti kegiatan yang diadakan oleh kampus (UKDW) yang berkolaborasi dengan UIN SUKA (Yogyakarta). Disitu saya bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai agama dan aliran.”

“Nah, dari hal semacam itu, saya bisa belajar cara pemikiran & cara pandang mereka secara langsung, bukan dari omongan orang lain”. Lanjut Argo.

Dalam statement terakhirnya, Argo mengatakan pentingya belajar kepada orang yang memang menguasai ilmunya. Bukan sekedar asumsi kita saja terhadap sesuatu.

“Dengan hal semacam itu, orang tidak akan mudah menyalahkan lainnya. Karena sudah tahu ilmunya”. Pungkas Argo.

DEKAN FUAD UIN GUSDUR MENJADI NARASUMBER PENGUATAN MODERASI BERAGAMA DI SAMARINDA

Samarinda (4/3/2024) – Menyambut baik undangan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Guru Besar UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan sekaligus Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, Prof. Dr. H. Sam’ani menjadi narasumber kegiatan bertajuk Penguatan Moderasi Beragama. Pelaksanaan kegiatan tersebut bertempat di Aula Lt.1 FEBI Kampus 2 UINSI Samarinda pada Senin (4/3/2024)

Selain pimpinan dan peserta dari FEBI U UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, dalam kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ketua PC Nahdatul Ulama (NU) Kota Samarinda H. M. Asy’ari Hasan serta Indra Semi Kadiyono dan Dimas K. Risky selaku Pengurus PW NU Kalimantan timur.

Prof Dr. H. Sam’ani disambut langsung oleh Prof. Dr. Zamroni, M.Pd., selaku Wakil Rektor Bidang Administrasi, Umum, Perencanaan, dan Keuangan UINSI Samarinda mewakili Rektor di Kampus UINSI Samarinda.

Dalam sambutannya, Prof. Zamroni menyampaikan terima kasih atas kesediaan Prof. Dr. H. Sam’ani untuk hadir dan menjadi narasumber dengan tajuk penguatan moderasi beragama bagi sivitas akademika UINSI Samarinda.

“Saya atas nama pribadi juga mewakili pimpinan menyampaikan selamat datang, sugeng rawuh Prof. Terima kasih sudah sudi hadir untuk bersama kita memberi pencerahan tentang moderasi beragama,” ucapnya.

Membahas moderasi beragama, Prof. Zamroni sebut moderasi beragama adalah gebrakan dan gerakan Kementerian Agama untuk membangun sinergi dalam berbangsa dan bernegara.“Moderasi beragama adalah gebrakan dan gerakan Kementerian Agama. Sinergi memperkuat moderasi beragama untuk Indonesia maju dan harmoni,” ucapnya.

“Di UINSI Samarinda ini miniatur kebinekaan di Indonesia karena sukunya sangat banyak, lengkap dan aman damai tapi potensi konflik pasti ada,” jelasnya.

Prof. Zamroni menambahkan bahwa penguatan moderasi beragama memang diperlukan dan betul-betul tepat dilakukan khususnya di Perguruan Tinggi.

“Kegiatan ini penting dan betul tepat program gerakan moderasi beragama dan pasti kita akan diberi pencerahan bagaimana meneguhkan moderasi beragama dalam pengembangan masyarakat dan kualitas akademisi. Tentu ditingkat perguruan tinggi menjadi ujung tombaknya bagaimana penerapan moderasi beragama di masyarakat dan di lingkungan sekitar kita,” lanjutnya.

Menyambung sambutan dan pengantar dari Prof. Zamroni, Dekan FUAD UIN GusDur Prof. Dr. H. Sam’ani, M.Ag. memaparkan lebih detail mengenai Sketsa kehidupan beragama dan moderasi beragama.

Pemaparan materi yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Sam’ani meliputi penerapan Kerukunan Umat Beragama masyarakat, Urgensi moderasi beragama, Ekstrimisme di semua agama, Berkembangnya radikalisme, Penguatan Moderasi Beragama, Indeks Moderasi Beragama, dan wujud toleransi di Indonesia.

Dr. KH. Moh. Mahrus, S. Ag., M.H.I., Dekan FEBI UINSI Samarinda yang juga menjabat sebagai Rois Syuriah PCNU menyampaikan bahwa kunjungan ini adalah sebuah penghargaan dan kesempatan yang sangat baik bagi FEBI UINSI Samarinda pada khususnya.

“Mudah-mudahan kehadiran Kiai Sam’ani membawa keberkahan untuk kota Samarinda. Semoga kita bersama juga bisa mendapatkan hikmah dari apa yang telah beliau berikan tentang materi moderasi beragama di kampus UINSI Samarinda,” ucapnya.

Selama di Samarinda, Dekan FUAD Prof Dr. H. Sam’ani, M.Ag tidak hanya menjadi Narasumber seminar Penguatan moderasi beragama di UINSI Samarinda. Pada sore harinya, beliau diterima oleh wakil walikota samarinda Dr. H. Rusmadi Wongso di kediamannya.

Bahkan pada malamnya Dekan FUAD tersebut diminta memberikan Taushiyah di Pondok Pesantren Nabil Husain, kemudian dilanjutkan keesokan harinya menyampaikan materi ceramah di Ma’had Al-Jami’ah UINSI.

Admin

FUAD Inisiasi Program Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah Melalui Seminar Nasional dan Penandatanganan MOU

Pekalongan, 19 Februari 2024 – Sebagai upaya peningkatan pelayanan pada masyarakat, Universitas Islam Negeri UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) akan membuka program Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UIN Gus Dur dengan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Hilman Latief, MA, Ph.D pada Senin, 19 Februari 2024 di Ruang Rapat Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. Program tersebut sebagai inisiasi dari Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah melalui Prodi Manajemen Dakwah sekaligus menjadi langkah strategis UIN Gus Dur dalam mendukung peningkatan kualitas layanan dan pengelolaan Pembimbing ibadah haji dan umrah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Gus Dur, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag, menyampaikan bahwa pembukaan program sertifikasi ini sejalan dengan misi UIN Gus Dur untuk menjadi lembaga pendidikan yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

“Dengan membuka Program Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah, kami berharap dapat mencetak para pembimbing yang tidak hanya memiliki keahlian teknis, tetapi juga memiliki pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai keagamaan yanmg moderat serta memiliki integritas dan kesungguhan dalam melayani jamaah,” ungkap Prof. Zaenal.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. K.H. Samani, Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Gus Dur mengungkapkan pentingnya kehadiran pembimbing yang kompeten dan memiliki kualifikasi yang dibutuhkan untuk membantu jamaah dalam menjalankan ibadah haji dan umrah dengan baik.

“Kami melihat kebutuhan akan pembimbing yang kompeten dan terlatih dalam mengelola ibadah haji dan umrah semakin mendesak. Dengan membuka Program Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah, kami berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan standar pelayanan dan keselamatan bagi jamaah,” ujar Prof. Samani.

Selain penandatangan MoU penyelenggaraan sertifikasi pembimbing haji, kegiatan yang diikuti oleh KBIH se-Eks Karesidenan Pekalongan tersebut juga dirangkai dengan seminar nasional bertajuk “Isu – Isu Krusial Penyelenggaraan Ibadah Haji Kontemporer Pasca Pandemi Covid – 19 Dari Aspek Manajemen Dakwah dan Ekonomi Nasional”

Dalam paparannya, Prof. Hilman menjelaskan pentingnya mitigasi dini tentang kesehatan bagi calon jamaah haji, utamanya pasca pandemi Covid 19. Untuk memastikan jamaah haji dan umrah dapat menjalankan ibadah dengan lancar, pemerintah memasukkan aspek kesehatan sebagai indikator istitha’ah dan syarat pelunasa Biaya Pelaksanaan Ibadah Haji (Bipih). Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama juga bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan dalam merumuskan pedoman, memberikan edukasi, serta melakukan pemeriksaan kesehatan yang komprehensif. Materi istitha’ah kesehatan juga dimasukkan dalam panduan bimbingan manasik haji. Selain itu, solusi pembiayaan pemeriksaan kesehatan dibahas dengan BPJS Kesehatan. Sinergi ini bertujuan memastikan bahwa setiap calon jemaah haji memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan sebelum berangkat ke Tanah Suci.

PELANTIKAN ORGANISASI KEMAHASISWAAN (SEMA, DEMA, HMPS, DAN UKM) FUAD PERIODE 2024

Pekalongan (24/01/2024) – Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN K.H. Abdurrahaman Wahid Pekalongan melaksanakan kegiatan pelantikan organisasi kemahasiswaan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Koridor lantai 2 FUAD UIN GusDur Kampus 2 Kajen dan dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan, Kaprodi dan Sekprodi, Pembina UKM, serta Narasumber yaitu Kepala SPI dan Kepala Pusat Studi Gender dan Anak.

Selain itu, dihadiri juga oleh Organisasi kemahasiswaan di lingkungan FUAD yang akan dilantik meliputi Senat Mahasiswa, Dewan Eksekutif Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Program Studi dan Unit Kegiatan Mahasiswa di lingkungan FUAD Periode 2024.

Kemudian, sambutan disampaikan juga oleh Dekan FUAD. Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Samani, M.Ag. memotivasi mahasiswa yang menjadi pengurus organisasi untuk senantiasa aktif dalam kegiatan akademik maupun non akademik dan imbang dalam melaksanakan perkuliahan maupun kegiatan di organisasi.

Acara diawali sambutan dari Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja sama (Dr. Muhandis Azzuhri, Lc. M.A). Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapannya agar ormawa di lingkungan FUAD dapat terus menjalankan program kerja dengan baik dan meningkatkan kolaborasi dengan fakultas.

Sebelum acara inti pelantikan, terdapat penyampaian materi mengenai sosialisasi penggunaan anggaran organisasi organisasi mahasiswa FUAD oleh Kepala SPI (H.M. Nasrullah, S.E., M.S.I) dan dilanjutkan penyampaian sosialisasi pencegahan kekerasan seksual dan diskriminasi gender di Kampus oleh Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (Ningsih Fadhilah, S.E., M.S.I)

Setelah itu, kegiatan inti yaitu pelantikan yang diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Dekan terkait dengan Kepengurusan Ormawa yang dibacakan oleh Kabag Tata Usaha FUAD (Hj. Ida Isnawati, S.E.,M.S.I.) dilanjutkan pelantikan ormawa oleh Dekan FUAD UIN GusDur (Prof. Dr. H. Sam’ani, M.Ag.).

Adapun ormawa yang dilantik di Senat Mahasiswa FUAD, Dewan Eksekutif Mahasiswa FUAD, Himpunan Mahasiswa Program Studi (IAT, ILHA, TP, BPI, KPI, dan BPI) dan Unit Kegiatan Mahasiswa lingkungan FUAD Periode 2024 di antaranya Tazkisoul, Narasakti, Tsiqohdi, serta dua UKM baru yaitu Al Qolam dan ACTA.

Admin

FUAD UIN Gus Dur Beri Penghargaan Bagi 72 Mahasiswa Berprestasi

Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Gus Dur berikan penghargaan bagi mahasiswa FUAD yang berprestasi pada tahun 2023. Pembagian reward kepada mahasiswa FUAD diberikan kepada mahasiswa yang berprestasi akademik dan non akademik.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 20 November 2023 pukul 10.00 – 12.00 WIB di Laboratorium TP Gedung FUAD. Pembagian reward tersebut diberikan kepada 72 mahasiswa FUAD yang berprestasi baik prestasi akademik/non akademik tingkat internasional, nasional, provinsi, karesidenan, dan kabupaten/kota dengan total nilai reward sebanyak Rp. 20.000.000. 

Prestasi mahasiswa ini merupakan suatu keharusan  bagi kebutuhan akreditasi 9 standar yang masuk pada luaran dharma pendidikan dan luaran dharma penelitian Luaran dharma penelitian dan PkM yang mencakup (1) Publikasi ilmiah mahasiswa, yang dihasilkan secara mandiri atau bersama dosen tetap, dengan judul yang relevan dengan bidang program studi, Artikel karya ilmiah mahasiswa, yang dihasilkan secara mandiri atau bersama dosen tetap, yang disitasi, Produk/jasa karya mahasiwa yang dihasilkan secara mandiri atau bersama dosen tetap yang diadopsi oleh masyarakat dan luaran penelitian dan PkM yang dihasilkan mahasiswa, baik secara mandiri atau bersama dosen tetap.

Dekan FUAD UIN Gus Dur Prof. Dr. KH. Sam’ani M.Ag, menyampaikan FUAD setiap tahunnya selalu berkomitmen untuk memberikan penghargaan bagi mahasiswa-mahasiswa FUAD yang berprestasi. Harapannya agar mahasiswa terus bersemangat untuk meraih prestasi baik prestasi dalam bidang akademik maupun non akademik.

“Pembagian reward bagi mahasiswa beprestasi FUAD di tahun 2023 ini adalah sebagai bentuk perhatian fakultas dan kehadiran mahasiswa dalam proses memajukan fakultas dalam bidang peningkatan prestasi mahasiswa agar mendapatkan akreditasi unggul pada setiap prodi sehingga bisa mengarah menuju ke akreditas internasional,” ucap Prof. Sam’ani.

FUAD GELAR BEDAH BORANG GUNA MENINGKATKAN MUTU FAKULTAS DAN PRODI

Dalam rangka penjaminan mutu tingkat prodi, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah menyelenggarakan kegiatan review eksternal borang re-akreditasi Prodi Ilmu Hadis. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 10 Oktober 2022 yang bertempat di Hotel Dafam Pekalongan.

Dalam program tersebut, FUAD mengundang reviewer dari pihak eksternal kampus yaitu Prof. Dr. Inayah Rohmaniyah, S.Ag., M.Hum, M.A yang berasal dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kegiatan ini juga menjadi salah satu implementasi kerja sama antara FUAD UIN. K.H. Abdurrahaman Wahid Pekalongan dengan Fakultas Ushuluddin, dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Acara tersebut dihadiri oleh pimpinan Fakultas, Kaprodi di lungkungan FUAD, dan Tim borang Re-Akreditasi Prodi Ilmu Hadis.
Dekan FUAD, Prof. Dr. Sam’ani, M.Ag. dalam sambutannya menyampakan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk meminta kesediaan Prof Inayah untuk mereview borang akreditasi Prodi Ilha, selain itu juga agar dapat dijadikan bekal bagi prodi-prodi lain, khususnya yang akan melaksanakan re akreditasi untuk dapat menyusun borang dengan sebaik-baiknya & mendapatkan hasil yg memuaskan.

Selanjutnya, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaa, Dr. Miftahul Ula, menyampaikan harapannya, “semoga kegiatan seperti ini, dapat dilaksanakan setiap tahun, dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk peningkata mutu fakultas dan prodi. Saat ini yg hadir adalah seluruh kaprodi di lingkungan FUAD di antarnya Prodi Ilmu Hadis, Ilmu Alquran dan Tafsir, Tasawuf dan Psikoterapi, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Bimbingan Penyuluhan Islam, serta Manajemen Dakwah.

Admin